3 Kriteria Air Putih (Air Minum) yang Patut Anda Konsumsi

Minum air merupakan hal utama dalam hidup kita yang berfungsi untuk menjaga asupan cairan tubuh. Tubuh yang tidak mendapatkan cukup air dalam jangka panjang akan mengalami dehidrasi. Dehidrasi adalah suatu kondisi di mana tubuh tidak dapat secara efektif mengontrol proses kerjanya. Tubuh yang terserang dehidrasi dapat mengalami gangguan dan penyakit termasuk kelelahan, berat badan meningkat, gangguan pencernaan, alergi, sembelit, gangguan ginjal dan kandung kemih, serta penyakit berbahaya lainnya.

Artinya, untuk menghindari penyakit yang disebabkan oleh kekurangan air minum, kita diwajibkan untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Jumlah cairan diambil sebagai rekomendasi adalah 2 sampai 3 liter atau sama dengan 8 gelas per hari. Jumlah tersebut merupakan rata-rata orang mengonsumsi cairan dalam satu hari.

Air putih di dalam gelas

Manfaat yang dapat diperoleh dari mengonsumsi air yang cukup sangat beragam. Beberapa manfaat dari air minum adalah untuk memperlancar buang air besar, mengontrol kalori, menyaring racun dari tubuh, mengurangi berat badan, terlihat lebih muda, menjaga tubuh tetap bugar, meningkatkan konsentrasi dan memori, memperbaiki suasana hati yang buruk, meningkatkan sirkulasi darah dan mengatasi pusing kepala atau demam.

Di muka bumi ini, tersimpan dua jenis air. Jenis air yang ada di bumi yaitu air tanah dan air permukaan. Air tanah ialah air yang yang belokasi di bawah permukaan tanah dan sulit untuk kita lihat, sedangkan air permukaan adalah air yang mudah terlihat oleh mata kita (laut, sungai, danau, dan lain sebagainya).

Melimpahnya air di bumi ini membuat kita harus berhati-hati karena ada air yang layak dan ada yang tidak cocok untuk konsumsi. Kriteria untuk air minum yang baik adalah air yang secara fisik tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa. Berikut penjelasannya: 3 kriteria air putih (air minum) yang layak untuk Anda konsumsi.

1. Tidak berbau
Cara mengetahui air yang bau adalah menciumnya dengan memanfaatkan indra penciuman. Biasanya bau itu akan langsung menyengat di hidung dan bau yang sangat khas adalah bau anyir, busuk, dan harum.

Contoh air tidak berbau adalah mata air pegunungan. Air diproduksi secara alami di pegunungan sehingga kesegaran akan dirasakan di seluruh tubuh saat meminumnya. Bagaimana jika saya tinggal jauh dari pegunungan? Tidak perlu repot mengambil air di pegunungan karena banyak perusahaan air minum kemasan yang telah mendistribusikannya secara luas. Anda dapat membelinya di toko terdekat, saya sering membelinya.

2. Tidak berwarna
Jelas sangat mudah untuk mengetahui air berwarna, yaitu dengan melihat dengan mata kita. Warna air putih transparan, sehingga jika air memiliki warna selain putih maka pasti airnya berwarna.

Air berwarna dapat ditemukan di sungai keruh atau yang disebabkan oleh bakteri. Ada juga air dengan pewarna dan air yang dikombinasikan dengan warna dari tanaman (pewarna alami). Air dari pewarna alami dirasa tidak apa-apa.

3. Tidak berasa
Air yang tidak berasa adalah air yang tidak memiliki rasa pahit, asam, manis, dan asin. Air tidak berasa adalah air yang hanya memiliki satu rasa yaitu rasa tawar.

Ayo, minumlah air sesuai dengan jadwal dan dengan jumlah yang cukup. Minum air putih dengan pola yang teratur akan menciptakan kesehatan yang baik bagi tubuh kita. Saya berharap dengan informasi ini Anda semua dapat memahami jenis air yang baik untuk dikonsumsi.
Tag: Health

Berlangganan: Masukkan e-mail Anda untuk memperoleh kiriman artikel teraktual dari librasbr.com tepat di pesan kotak masuk.

feedburner

0 Komentar untuk "3 Kriteria Air Putih (Air Minum) yang Patut Anda Konsumsi"

KETENTUAN BERKOMENTAR

↳ Berkomentarlah sesuai isi dan topik artikel
↳ Dilarang menyisipkan PRANALA (link) AKTIF