Wifi Hotspot Mudah Dibobol Orang

PENDAHULUAN 

         Sejak abad ke-19 ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) telah berkembang pesat hingga muncul teknologi komputer. Dengan komputer mulai bermunculan teknologi baru, diantaranya internet. Internet dapat mengkoneksikan atau menghubungkan satu perangkat komputer dengan perangkat komputer lain. Sekitar tahun 2000 fasilitas yang ada di internet mulai berkembang pesat. Tidak hanya fasilitas dalam internet, cara mengakses internet pun tidak selalu harus menggunakan kabel telepon yang membutuhkan pulsa telepon. Sehingga bermunculan fasilitas untuk mengakses internet berupa wireless.

         Wi-Fi (Wireless Fidelity) merupakan koneksi tanpa kabel dimana kita tidak perlu menggunakan kabel pada saat pemasangan setiap perangkatnya. Wi-Fi memiliki kemampuan untuk menggerakkan perangkatnya tanpa memindahkan kabel atau perangkat lain dan tetap terkoneksi pada area layanan yang lebih luas (pada 3G). Wi-Fi juga menawarkan pelayanan data yang luas dan cepat (broadband) serta bandwith yang besar untuk memberikan pelayanan seperti realtime voice, data, dan streaming media. Wi-Fi memberikan kebebasan kepada pemakainya untuk mengakses internet atau mentransfer data dari ruang meeting, kamar hotel, kampus, dan café-café yang bertanda Wi-Fi Hot Spot.

       Satu lagi kelebihan dari Wi-Fi adalah beberapa kali lebih cepat dari modem kabel yang tercepat. Jadi pemakai Wi-Fi tidak lagi harus berada di dalam ruang kantor untuk bekerja. Seperti halnya handphone yang menggunakan teknologi radio, pemakainya dapat mentransfer data dengan cepat dan aman. Dibandingkan dengan teknologi lainnya, Wi-Fi lebih mudah diterapkan oleh siapa saja dan di mana saja, sehingga setiap perusahaan atau perorangan dapat mengimplementasikan Wi-Fi di lingkungan mereka.

        Menjamurnya akses internet melalui koneksi Wi-Fi telah menjadi dilema tersendiri dalam dunia internet. Sehingga tak banyak orang yang tahu bahwa jaringan WiFi adalah model jaringan komputer yang paling mudah diserang. Tapi anda harus tahu, bahwa tanpa pengamanan yang tepat, koneksi WiFi bisa dicuri, sehingga koneksi WiFi anda menjadi lambat. Dan buruknya lagi, koneksi bisa digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kegiatan ilegal seperti hacking dan pencurian data.

        Salah satu cara untuk mengamankan wifi dapat dilakukan langsung melalui wifi router. Jika login wifi router masih menggunakan user dan password standar yaitu admin, maka sangat disarankan untuk mengganti login wifi router. Cari bagian Maintenance lalu pilih password, gantilah user name dan password standar dengan yang baru. Pastikan anda mengingatnya, karena saat anda menekan Save, Router akan meminta anda login dengan username dan password baru. Jika ingin wifi hotspot lebih aman bisa dilakukan juga dengan cara menggunakan suatu aplikasi atau membuat aplikasi agar tidak dibobol oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

TINJAUAN PUSTAKA

         Komunikasi tanpa kabel atau nirkabel (wireless ) telah menjadi kebutuhan dasar atau gaya hidup baru masyarakat informasi. LAN nirkabel yang lebih dikenal dengan jaringan WI-Fi menjadi teknologi laternatif dan relative mudah diimplementasikan dilingkungan kerja seperti perkantoran, laboratorium computer, dan sebagainya. Instalasi perangkat jaringan Wi-Fi lebih fleksibel karena tidak membutuhkan penghubung kabel antar computer. Computer dengan Wi-Fi device dapat saling terhubung yang hanya membutuhkan ruang atau space dengan syarat jarak jangkauan dibatasi kekuatan pancaran sinyal radio masing-masing computer. (Priyambodo,Tri Kuntoro & Heriadi, Dedi. 2005 :1). 

        Menurut (Priyambodo,Tri Kuntoro & Heriadi, Dedi. 2005 :1) juga mengemukakan WI-FI atau Wireless Fidelity adalah satu standar Wireless Networking tanpa kabel, hanya dengan komponen yang sesuai dapat terkoneksi ke jaringan. Wi-Fi adalah sinyal radio yang memancar hingga 3 km jika digabungkan dengan modem pita lebar, semua komputer di sekitarnya yang memiliki penerima Wi-Fi bisa masuk ke jaringan internet tanpa melalui kabel. Modem pita lebar tersebut berfungsi menjadi access point Wi-Fi. Access point tersebut menghubungkan network nirkabel dan berkabel bersama-sama dan dapat mengirim serta menerima data antara jaringan nirkabel dengan network berkabel. Masing-masing access point juga dapat meningkatkan total kapasitas dan jarak sistem. Perangkat yang terdiri dari router internet dan radio Wi-Fi dua arah ini amat dibutuhkan untuk akses ke jaringan, tapi tidak untuk koneksi peer to peer. 

        Ada 2 model konfigurasi utama untuk jaringan Wifi Hotspot, yaitu Ad hoc Wireles Lan dan Infrastruktur Wireles LAN. Ad hoc wireless LAN adalah jaringan yang memiliki konfigurasi peer to peer. Untuk sebuah kantor yang tidak terlalu besar dan hanya terdiri dari satu lantai, maka konfigurasi peer to peer wireless akan cukup memadai. Peer to peer wireless LAN hanya mensyaratkan wireless nic didalam setiap device yang terhubung ke jaringan sehingga access point tidak diperlu. Sedangkan Infrastruktur wireless LAN adalah sebuah konfigurasi jaringan di mana jaringan wireless tidak hanya berhubungan dengan sesama jaringan wireless saja, akan tetapi terhubung juga dengan jaringan wired.  (Wibisono, Gunawan &Gunadi Dwi Hantoro,2008:91).

       Ada beberapa komponen Wireless LAN yaitu Access Point, Extension Point dan Directional Anntena. Pada wireless LAN, device transceiver disebut Access point, dan terhubung pada jaringan kabel pada suatu lokasi yang tetap. Access Point mengirim dan menerima data dari adapter wireless. Satu acsess point dapat melayani sejumlah user untuk jarak sampai ratusan kaki. Umumnya antena accsess point ditempatkan pada langit-langit ruangan, atau di manapun terhantung pada cakupan yang diinginkan.( Mulyanta, Edi S. 2008).

       Menurut (Wibisono, Gunawan &Gunadi Dwi Hantoro,2008:91) untuk mengatasi berbagai masalah khusus dalam topologi jaringan, designer dapat menambahkan extension point untuk menambah cakupan jaringan. Extension point hanya berfungsi kayaknya repeater untuk client ditempat yang lebih jauh. Directional antenna juga merupakan komponen wireless LAN yang pada umumnya digunakan jika diinginkan jaringan antar 2 gedung yang bersebelahan. Jarak maksimum sekitar 1 mil dan kondisi Line of Sight (LOS) hendaknya tercapai dalam instalasi Access point.

        Mekanisme Wireless  LAN terdiri dari Service Set Identifier (SSID) adalah sebuah nama network yang dipakai oleh wireless LAN dan merupakan karakter yang unik,case sensitive dan menggunakan alpha numeric dengan nilai karakter 2-32 karakter. Client station harus dikonfigurasikan dengan SSID yang cocok untuk bisa tergabung dengan sebuah jaringan. Administrator akan mengkonfigurasikan SSID pada setiap access point. Point yang terpenting adalah SSID harus benar-benar cocok antara Access point  dengan Client. Autentifikasi dan Association

       Autentifikasi adalah proses pendaftaranmstatio terhadap beacon atau juga proses melewati wireless node yang diverifikasi oleh network untuk dapat bergabung. Proses ini terjadi di access point membuktikan diri bahwa clien yang masuk sesuai dengan yang telah didaftarkannya. Dengan kata lain access point memeriksa identitas dari client sebelum hubungan terjadi. Karena pengiriman data yang dilakukan oleh access point bersifat broadcast dimana semua klien yang berada pada jangkauan access point akan menerima data, maka ada kemungkinan data akan di terima oleh orang yang tidak memiliki hak. Untuk mengantisipasi penggunaan oleh pengguna yang tidak berhak, maka Access Point menyediakan salah satu pengamanan yaitu WEP yang merupakan metode otentikasi yang membutuhkan kunci, kunci dimasukan ke klien maupun access point, kunci ini harus cocok antara yang dimasukan ke access point dan kunci yang dimasukan ke klien.

        Kunci ini akan dikirimkan dalam bentuk enkripsi sehingga akan lebih aman dari usaha penyadapan data. Urutan proses pengamanan WEP adalah klien mencoba untuk masuk ke jaringan wireless, Access point akan mengirimkan text challenger ke klien secara transparan, klien akan memberikan respon dengan mengenkrip text challenge dengan menggunakan WEP dan mengirimkan kembali ke access point. Access pint membeirkan respon atas tanggapan clien, access point akan melakukan dekrip atas terhadap respon enkripsi dari klien untuk melakukan verifikasi bahwa text chellenge di enkripsi dengan menggunakan WEP yang sesuai. Pada proses ini access point akan mengevaluasi apakan kunci WEP sudah benar. Jika benar maka access point akan menerima permintaan client untuk masuk ke jaringan.

       Model Jaringan Wireless terbagi menjadi dua yaitu Model Jaringan Wireless LAN Independent (Addhoc) dan Model Jaringan Wireless LAN dengan Access point. Model network secara addhoc adalah model network dimana setiap network saling memancarkan beacon sehingga setiap client yang telah memiliki peralatan wireless akan dapat langsung terhubung dengan satu sama lainnya. Artinya pada model ini tidak adanya server ataupun satu komputer yang bertanggung jawab pada beban traffik pada tiap koneksi yang terjadi. Model Jaringan Wireless LAN dengan Access point adalah model yang menjadikan access point sebagai sentral koneksi. Dimana access point itu sendiri dapat berupa hardware atau juga software.

     Access point hardware merupakan Access point yang menggunakan perangkat keras untuk memancarkan sinyal radio melalui antena, sehingga dapat diterima oleh antenaclient Access point dengan Hardware. Access point software adalah access point dengan menggunakan software yang telah diinstal pada PC yang dijadikan access point, sehingga masing-masing client  yang sudah terdapat wireless interface didalamnya dapat saling terkoneksi jaringan yang terpusat pada access point.

DAFTRA PUSTAKA

Kuntoro, Tri priyambodo. Heriadi, Dodi. 2005. Jaringan WI-FI. 
Yogyakarta, Andi.
Priyambodo, Tri Kuntoro. 2005. Jaringan Wi-Fi, Teori dan Implementasi.
Yogyakarta: Andi
Mulyanta, Edi S. 2008. Pengenalan Protokol Jarinagan Wireless Komputer. 
Yogyakarta: Andi 
Hantoro, Gunadi Dwi. 2009. WIFI (Wireless LAN) Jaringan Komputer Tanpa Kabel. 
Bandung: Penerbit Informatika
Dwi Hantoro, Gunadi dan Wibisono, Gunawan. Mobile Broadband “Tren Teknologi Wireless Saat Ini dan Masa Datang, Penerbit Informatika Bandung, 2008

PEMBAHASAN

         Berdasarkan tinjauan pustaka diatas memaparkan bahwa Wi-Fi (Wireless Fidelity) merupakan koneksi tanpa kabel dimana kita tidak perlu menggunakan kabel pada saat pemasangan setiap perangkatnya. Wi-Fi memiliki kemampuan untuk menggerakkan perangkatnya tanpa memindahkan kabel atau perangkat lain dan tetap terkoneksi pada area layanan yang lebih luas (pada 3G). Wi-Fi juga menawarkan pelayanan data yang luas dan cepat (broadband) serta bandwith yang besar untuk memberikan pelayanan seperti realtime voice, data, dan streaming media. Wi-Fi memberikan kebebasan kepada pemakainya untuk mengakses internet atau mentransfer data dari ruang meeting, kamar hotel, kampus, dan café-café yang bertanda Wi-Fi Hot Spot.

         Ada 2 model konfigurasi utama untuk jaringan Wifi Hotspot, yaitu Ad hoc Wireles Lan dan Infrastruktur Wireles LAN. Ad hoc wireless LAN adalah jaringan yang memiliki konfigurasi peer to peer. Untuk sebuah kantor yang tidak terlalu besar dan hanya terdiri dari satu lantai, maka konfigurasi peer to peer wireless akan cukup memadai. Peer to peer wireless LAN hanya mensyaratkan wireless nic didalam setiap device yang terhubung ke jaringan sehingga access point tidak diperlu. Sedangkan Infrastruktur wireless LAN adalah sebuah konfigurasi jaringan di mana jaringan wireless tidak hanya berhubungan dengan sesama jaringan wireless saja, akan tetapi terhubung juga dengan jaringan wired.

           Model Jaringan Wireless terbagi menjadi dua yaitu Model Jaringan Wireless LAN Independent (Addhoc) dan Model Jaringan Wireless LAN dengan Access point. Model network secara addhoc adalah model network dimana setiap network saling memancarkan beacon sehingga setiap client yang telah memiliki peralatan wireless akan dapat langsung terhubung dengan satu sama lainnya. Artinya pada model ini tidak adanya server ataupun satu komputer yang bertanggung jawab pada beban traffik pada tiap koneksi yang terjadi. Model Jaringan Wireless LAN dengan Access point adalah model yang menjadikan access point sebagai sentral koneksi. Dimana access point itu sendiri dapat berupa hardware atau juga software.

        Untuk mengatasi berbagai masalah khusus dalam topologi jaringan, designer dapat menambahkan extension point untuk menambah cakupan jaringan. Extension point hanya berfungsi kayaknya repeater untuk client ditempat yang lebih jauh. Directional antenna juga merupakan komponen wireless LAN yang pada umumnya digunakan jika diinginkan jaringan antar 2 gedung yang bersebelahan. Jarak maksimum sekitar 1 mil dan kondisi Line of Sight (LOS) hendaknya tercapai dalam instalasi Access point. Mekanisme Wireless  LAN terdiri dari Service Set Identifier (SSID) adalah sebuah nama network yang dipakai oleh wireless LAN dan merupakan karakter yang unik,case sensitive dan menggunakan alpha numeric dengan nilai karakter 2-32 karakter. Client station harus dikonfigurasikan dengan SSID yang cocok untuk bisa tergabung dengan sebuah jaringan. Administrator akan mengkonfigurasikan SSID pada setiap access point. Point yang terpenting adalah SSID harus benar-benar cocok antara Access point  dengan Client.

        Menjamurnya akses internet melalui koneksi Wi-Fi telah menjadi dilema tersendiri dalam dunia internet. Sehingga tak banyak orang yang tahu bahwa jaringan WiFi adalah model jaringan komputer yang paling mudah diserang. Tapi anda harus tahu, bahwa tanpa pengamanan yang tepat, koneksi WiFi bisa dicuri, sehingga koneksi WiFi anda menjadi lambat. Dan buruknya lagi, koneksi bisa digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kegiatan ilegal seperti hacking dan pencurian data.

        Salah satu cara untuk mengamankan wifi dapat dilakukan langsung melalui wifi router. Jika login wifi router masih menggunakan user dan password standar yaitu admin, maka sangat disarankan untuk mengganti login wifi router. Cari bagian Maintenance lalu pilih password, gantilah user name dan password standar dengan yang baru. Pastikan anda mengingatnya, karena saat anda menekan Save, Router akan meminta anda login dengan username dan password baru. Jika ingin wifi hotspot lebih aman bisa dilakukan juga dengan cara menggunakan suatu aplikasi atau membuat aplikasi agar tidak dibobol oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Berlangganan: Masukkan e-mail Anda untuk memperoleh kiriman artikel teraktual dari librasbr.com tepat di pesan kotak masuk.

feedburner

0 Komentar untuk "Wifi Hotspot Mudah Dibobol Orang"

KETENTUAN BERKOMENTAR

↳ Berkomentarlah sesuai isi dan topik artikel
↳ Dilarang menyisipkan PRANALA (link) AKTIF