Dampak Pengunaan Blackberry Messenger (BBM) Terhadap Pertemanan Mahasiwa Universitas Tanjung Pura

PENDAHULUAN

          Sejak beberapa tahun terakhir perkembangan teknolgi informasi dan komunikasi berlangsung semakin pesat dan penggunaannya telah terjangkau hamoir kesegala bidang kehidupan dan seluruh lapisan masyarakat, bukan saja di Negara-negara maju dan kaya tetapi juga dinegara berkembang (Syahara,209:1). Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi menyebabkan seseorang dapat menerima infirmasi dan berita dari belahan dunia manapun dalam sekejap saja. Diorbitkannya satelit mendorong teknologi komunikasi dan telepon genggam atau yang biasa disebut dengan telepon seluler (Saputra,2007:60).

           Menurut Zaki (2008: 83-86), telepon seluler adalah piranti elektronik portable, memiliki kemampuan komunikasi jarak jauh dan berfungsi untuk berkomunikasi mobile. Selain fungsi telekomunikasi telepon standar via suara, ponsel juga memiliki fitur tambahan seperti SMS untuk komunikasi teks dan MMS untuk komunikasi multimedia. Beberapa penyedia telepon seluler kini telah mengembangkan produknya menjadi lebih yaitu smartphone. Smartphone secara harfiah merupakan telepon pintar yang memiliki kemampuan personal Computer (PC) walaupun terbatas. Selain itu , smartphone juga mendukung email dan organizer. Salah satu kemudahan yang ditawarkan oleh smartphone adalah kemampuannya untuk mengakses instans mesengger.

         Instans Messenger yang berkembang saat ini sangat bervariasi di antaranya seperti BlackBerry Messenger (BBM), Whatsapps, Line, WeChart dan masih banyak lagi. Aplikasi Blackberry Mesengger memiliki kemampuan untuk interaksi dengan menggunakan teks, gambar dan suara kepada pengguna blackberry lainnya, aplikasi BBM juga tidak memanfaatkan nomor telepon proses registrasi namun pengguna akan di beri PIN sebagai identitas pengguna. Kelebihan aplikasi bbm terdapat pada pertukaran kontak yang dapat dilakukan dengan PIN, email, atau barcpde scanner, serta memilki fitur Broadcast Message yang tidak ada pada instans messenger lain. Sekarang ini BBM menghadirkan fitur Video Calling, BBM Channel, BBM video dan lain-lain (Dindo : 2013).

         Secara keseluruhan aplikasi lainnya seperti Line, Whatsapps, dan WeChart juga hamper same dengan BBM namun yang membedakannnya adalah aplikasi Whatsapps, Line dan WeChart menggunakan nomor telepon sebagai proses registrasi berbeda dengan BBM yang menggunakan PIN, karena berbasis nomor telepon tidak sedikit yang mengeluhkan pengguna nomor yang tidak dikenal tiba-tiba mengirimkan pesan dan menambahkan sebagai teman(Dindo:2013). Kekurangan pada aplikasi Whatsapp adalah perangkat lunak ini tidak gratis bagi penggunak Iphone maka dari itu aplikasii ni tidak mencakup lintas smartphone dan dan dari segi keamanan privasi Whatsapps menjadi perusahaan terburuk (Kompas Tekno : 2015).

         Dindo (2013) mengemukakan bahwa Aplikasi Line yang mejadi primadona adalah pemanfaatan stiker lucu sedangkan WeChart kelebihnnya yaitu fitur Look Around yang memungkinkan untuk mencari pengguna WeChart lainnya. Namun demikian di Indonesia Aplikasi terpopuler adalah Blackberry Messenger. Blackberry Messenger menjadi pesan instans utama bagi sebagian besar pengguna smartphone di Indonesia. Hal ini diungkap melalui survey yang dilakukan oleh On Device Meter dari lembaga riset pasar Nielsen. Nielsen mengatakan bahwa BBM telah dipakai 79% penggunakan smartphone di Indonesia untuk Chatting, sedangkan diurutan kedua ditemapti oleh Whatsapps yang dipakai 57% pengguna dan disusul Line sebanyak pengguna smartphone. Intensitas penggunaan BBM di Indonesia rata-rata menghabiskan 23,3 menit perhari sedangkan Whatsapps 6,2 menit dan Line 5,1 menit (Kompas Tekno : 2014). Jumlah pengguna Blackberry Messenger di seluruh dunia mencapai 80 juta orang dan di Indonesia sendiri mencapai 13,85 juta pengguna (Erna, 2013).

         Dengan fenomena penggunaan Blackberry Mesengger semakin membuat kalangan masyarakat semakin bertambah menggunakan BBM tak terkecuali Mahasiswa Universitas Tanjung Pura (UNTAN). Karena sebagian besar mahasiswa menganggap apikasi BBM sangat bagus untuk digunakan selain mengirim pesan singkat, mengirim gambar, data melakukan percakapan secara berkelompok atau conference, dan mengirimkan pesan suara. Namun penggunaan Blackberry Messanger yang semakin berkembang di kalangan mahasiswa ini menimbulkan berbagai macam perubahan sikap dan perilaku di kalangan mahasiswa itu sendiri. Mahasiswa lebih memilih untuk berkomunikasi dengan teman-teman yang berada di dalam satu Blackberry Messanger dengannya daripada berkomunikasi dengan teman yang ada disebelahnya. Beberapa kalangan berpendapat bahwa BlackberryMessanger ini “menjadikan teman yang jauh menjadi dekat dan teman yang dekat menjadi jauh”.


TINJAUAN PUSTAKA

         Konsep media pada dasarnya adalah alat untuk menyimpan dan menyampaikan informasi atau data untuk keperluan tertentu. Dengan demikian, media sosial (social media) adalah media yang digunakan untuk melakukan interaksi sosial dengan menggunakan teknik-teknik yang sangat memudahkan untuk diakses dan mempermudah publikasi kepada penggunAwal mula nama Blackberry ingin dinamakan Pocket Link dan juga hampir dinamakan Strawberry namun karena terkesan terlalu mirip dengan nama buah sehingga alat komunikasi yang berteknologi canggih ini dinamakan Blackberry, dengan alasan nama Blackberry ini terkesan cerdas dan akrab. Blackberry adalah perangkat selular yang memiliki kemampuan layanan push e-mail, telepon, pesan singkat, menjelajah internet, dan berbagai kemampuan jaringan lainnya.

         Blackberry pertama kali diperkenalkan pada tahun 1997 oleh perusahaan Kanada, Research In Motion (RIM). Kemampuannya menyampaikan informasi melalui jaringan dari layanan perusahaan telepon genggam hingga mengejutkan dunia. Kemunculan BlackBerry di Indonesia bisa dikatakan sangat sukses dimana saat itu informasi mengalir tiada henti dan untuk akses informasi tersebut bisa digolongkan cukup mahal di Indonesia. Namun dengan BlackBerry semua masalah bisa terselesaikan dengan mudah. Menurut (Kaplan dan Haenlin 2010:73) Seiring dengan pesatnya perkembangan media sosial, kini semua orang seperti dapat memiliki media sendiri. Seorang pengguna media sosial dapatmengakses media sosial dengan jaringan internet tanpa biaya yang besar.Pengguna media sosial dapat dengan bebas menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar, suara, dan berbagai model content lainnya.

      Pada smartphone BlackBerry, untuk dapat meng-update status BlackBerry Messenger, dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Demikian cepatnya orang dapat mengakses media sosial mengakibatkan terjadinya fenomena besar terhadap arus informasi tidak hanya di negara–negara maju. BlackBerry Messeger adalah program pengiriman pesan instan yang disediakan untuk para pengguna perangkat Blackberry. Aplikasi ini mengadopsi kemampuan fitur atau aktivitas yang popular di kalangan pengguna perangkat telepon genggam (Morey,2004:35). Cara menggunakan BlackBerry Messenger adalah dengan penghubung nomor PIN (Personal Identity Number) yang juga eksklusif dimiliki masing-masing perangkat Blackberry Menurut (Morey, 2004:35) Ada beberapa fitur unggulan pada BlackBerry Messenger, yaitu berbagi berkas, avatar (display picture), perbaharui Status (personal messege), live chat dan group messenger.

        Menurut (Soekanto, 2003:64), interaksi sosial adalah bentuk-bentuk yang tampak apabila orang-orang perorangan ataupun kelompok-kelompok manusia mengadakan hubungan satu sama lain terutama dengan mengetengahkan kelompok serta lapisan sosial sebagai unsur pokok struktur sosial. Interaksi sosial dapat dipandang sebagai dasar proses-proses sosial yang ada, menunjuk pada hubungan-hubungan sosial yang dinamis. Dalam hal menganalisa proses-proses interaksi di antara individu-individu dalam masyarakat, terdapat dua hal yang menjadi syarat-syarat terjadinya interaksi yang pertama adalah dengan adanya kontak sosial dan yang kedua adalah adanya komunikasi. Menurut (Soekanto, 2003: 65), kontak sosial berasal dari bahasa latin con atau cum (bersama-sama) dan tango (menyentuh), jadi artinya secara harfiah adalah bersama-sama menyentuh. Secara fisik, kontak sosial baru terjadi apabila adanya hubungan fisikal, sebagai gejala sosial hal itu bukan semata-mata hubungan badaniah, karena hubungan sosial terjadi tidak saja secara menyentuh seseorang, namun orang dapat berhubungan dengan orang lain tanpa menyentuhnya. Misalnya kontak sosial sudah terjadi ketika seseorang berbicara dengan orang lain, bahkan kontak sosial juga dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi, seperti melalui radio, televisi, internet, smartphone, dan
lain sebagainya.

         Secara konseptual, kontak sosial dapat dibedakan antara kontak sosial primer dan kontak sosial sekunder. Kontak sosial primer, yaitu kontak sosial yang terjadi secara langsung antara seseorang dengan orang atau kelompok masyarakat lainnya secara tatap muka. Sedangkan kontak sosial sekunder terjadi melalui perantara yang sifatnya manusiawi maupun dengan teknologi. Ketika masyarakat saat ini telah berkembang dengan tingkat kemajuan teknologi informasi semacam ini, maka kontak-kontak sosial primer dan sekunder semakin sulit dibedakan satu sama lainnya. Seperti, kontak telepon yang menggunakan teknologi teleconfrensce di mana kontak terjadi antara orang per orang (orang dengan kelompok dan sebagainya), secara tatap muka dan saling menyapa dari tempat
yang sangat jauh. Juga umpamanya kontak – kontak pribadi yang terjadi dengan internet juga dapat menyapa dan saling bertatap muka walaupun tempat mereka berjauhan. Semua ini menjadi fenomena yang mengacaukan konsep – konsep lama tentang kontak sosial tersebut (Bungin, 2006: 56).

       Adapun komunikasi timbul sesudah kontak terjadi. Di dalam proses ini, aksi dari pihak kesatu (aksi dapat berupa suatu gerak, ekspresi muka, suatu ucapan, suatu perlambangan, atau lainnya), mengeluarkan makna, yang ditangkap oleh pihak kedua dan penangkapan makna itu menjadi awal untuk reaksi pihak kedua. Sering juga terjadi bahwa makna dari pihak kesatu berbeda dengan makna
yang ditangkap oleh pihak kedua, sehingga tidak terjadi suatu komunikasi dan reaksi seperti yang diharapkan oleh pihak kesatu.


DAFTAR PUSTAKA

Kaplan, Andreas M dan Michael Haenlin. 2010. Users Of The World, Unite! The
Challenges and Opportunities Of Social Media. Jakarta : Kompas
Gramedia
Morey, Doc. 2004. Phone Power : Meningkatkan Keefektifan Berkomunikasi di
Telepon. Jakarta : Gramedia
Soekanto, Soerjono. 2003. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers
Bungin, Burhan. 2006. Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskursus
Teknologi Komunikasi di Masyarakat. Jakarta : Kencana.

PEMBAHASAN

          Aplikasi BBM juga tidak memanfaatkan nomor telepon proses registrasi namun pengguna akan di beri PIN sebagai identitas pengguna. Kelebihan aplikasi bbm terdapat pada pertukaran kontak yang dapat dilakukan dengan PIN, email, atau barcpde scanner, serta memilki fitur Broadcast Message yang tidak ada pada instans messenger lain. Sekarang ini BBM menghadirkan fitur Video Calling, BBM Channel, BBM video dan lain-lain.

        Secara keseluruhan aplikasi lainnya seperti Line, Whatsapps, dan WeChart juga hamper same dengan BBM namun yang membedakannnya adalah aplikasi Whatsapps, Line dan WeChart menggunakan nomor telepon sebagai proses registrasi berbeda dengan BBM yang menggunakan PIN, karena berbasis nomor telepon tidak sedikit yang mengeluhkan pengguna nomor yang tidak dikenal tiba-tiba mengirimkan pesan dan menambahkan sebagai teman. Kekurangan pada aplikasi Whatsapp adalah perangkat lunak ini tidak gratis bagi penggunak Iphone maka dari itu aplikasii ni tidak mencakup lintas smartphone dan dan dari segi keamanan privasi Whatsapps menjadi perusahaan terburuk.

        Pada smartphone BlackBerry, untuk dapat meng-update status BlackBerry Messenger, dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Demikian cepatnya orang dapat mengakses media sosial mengakibatkan terjadinya fenomena besar terhadap arus informasi tidak hanya di negara–negara maju. BlackBerry Messeger adalah program pengiriman pesan instan yang disediakan untuk para pengguna perangkat Blackberry. Aplikasi ini mengadopsi kemampuan fitur atau aktivitas yang popular di kalangan pengguna perangkat telepon genggam. Cara menggunakan BlackBerry Messenger adalah dengan penghubung nomor PIN (Personal Identity Number) yang juga eksklusif dimiliki masing-masing perangkat Blackberry. Ada beberapa fitur unggulan pada BlackBerry Messenger, yaitu berbagi berkas, avatar (display picture), perbaharui Status (personal messege), live chat dan group messenger.

       Blackberry Messenger menjadi pesan instans utama bagi sebagian besar pengguna smartphone di Indonesia. Hal ini diungkap melalui survey yang dilakukan oleh On Device Meter dari lembaga riset pasar Nielsen. Nielsen mengatakan bahwa BBM telah dipakai 79% penggunakan smartphone di Indonesia untuk Chatting, sedangkan diurutan kedua ditemapti oleh Whatsapps yang dipakai 57% pengguna dan disusul Line sebanyak pengguna smartphone. Intensitas penggunaan BBM di Indonesia rata-rata menghabiskan 23,3 menit perhari sedangkan Whatsapps 6,2 menit dan Line 5,1 menit. Jumlah pengguna Blackberry Messenger di seluruh dunia mencapai 80 juta orang dan di Indonesia sendiri mencapai 13,85 juta pengguna.

         Dengan fenomena penggunaan Blackberry Mesengger semakin membuat kalangan masyarakat semakin bertambah menggunakan BBM tak terkecuali Mahasiswa Universitas Tanjung Pura (UNTAN). Karena sebagian besar mahasiswa menganggap apikasi BBM sangat bagus untuk digunakan selain mengirim pesan singkat, mengirim gambar, data melakukan percakapan secara berkelompok atau conference, dan mengirimkan pesan suara. Namun penggunaan Blackberry Messanger yang semakin berkembang di kalangan mahasiswa ini menimbulkan berbagai macam perubahan sikap dan perilaku di kalangan mahasiswa itu sendiri. Mahasiswa lebih memilih untuk berkomunikasi dengan teman-teman yang berada di dalam satu Blackberry Messanger dengannya daripada berkomunikasi dengan teman yang ada disebelahnya. Beberapa kalangan berpendapat bahwa BlackberryMessanger ini “menjadikan teman yang jauh menjadi dekat dan teman yang dekat menjadi jauh”.


KESIMPULAN

      Apikasi BBM sangat bagus untuk digunakan selain mengirim pesan singkat, mengirim gambar, Namun penggunaan Blackberry Messanger yang semakin berkembang di kalangan mahasiswa ini menimbulkan berbagai macam perubahan sikap dan perilaku di kalangan mahasiswa itu sendiri. Cara menggunakan BlackBerry Messenger sangat mudah dengan penghubung nomor PIN (Personal Identity Number) Ada beberapa fitur unggulan pada BlackBerry Messenger, yaitu berbagi berkas, avatar (display picture), perbaharui Status (personal messege), live chat dan group messenger. Sehingga Mahasiswa lebih memilih untuk berkomunikasi dengan teman-teman yang berada di dalam satu Blackberry Messanger dengannya daripada berkomunikasi dengan teman yang ada disebelahnya.

Berlangganan: Masukkan e-mail Anda untuk memperoleh kiriman artikel teraktual dari librasbr.com tepat di pesan kotak masuk.

feedburner

0 Komentar untuk "Dampak Pengunaan Blackberry Messenger (BBM) Terhadap Pertemanan Mahasiwa Universitas Tanjung Pura"

KETENTUAN BERKOMENTAR

↳ Berkomentarlah sesuai isi dan topik artikel
↳ Dilarang menyisipkan PRANALA (link) AKTIF