MOBILE BANKING BERBASIS ANDROID UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN E-COMMERCE

MOBILE BANKING BERBASIS ANDROID UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN E-COMMERCE
Muhammad Saleh
Fakultas Teknik Informatiak, Universitas Tanjungura – Pontianak
Email: Salehblogger241195@gmail.com


AbstrakAplikasi mobile banking ini adalah sebuah program handphone berbasis Android yang digunakan untuk memudahkan nasabah bank dalam melakukan berbagai transaksi perbankan dimanapun dan kapanpun mereka mau tanpa harus mengantri di bank. Selain itu aplikasi ini menggunakan perangkat genggam seperti handphone berbasis Android yang merupakan salah satu inovasi dan alternatif selain menggunakan komputer. Handphone berbasis Android memungkinkan untuk para pengguna dengan mobilitas yang tinggi tetap dapat berkomunikasi dan melakukan berbagai transaksi. Mobile commerce Juga dikenal sebagai m-commerce, mobile commerce adalah kegiatan jual beli barang dan jasa melalui penggunaan telepon seluler atau ponsel, atau smartphone. Sejak munculnya layanan mobile yang mencakup kemampuan untuk mengirim dan menerima pesan teks, serta akses dan browsing internet, sejumlah perusahaan telah mengembangkan cara untuk memberikan konsumen dengan kesempatan untuk membeli produk menggunakan layanan selular mereka sebagai medium. Hambatan teknologi dan biaya berarti bahwa banyak orang masih tidak memiliki perangkat mobile, sementara akses Internet mobile di negara-negara berkembang sering terbatas pada pusat-pusat perkotaan. Meskipun demikian, kecepatan tinggi nirkabel Akses internet 3G dan sekarang tersedia pada perangkat genggam yang semakin berkembang  memiliki  web browser  seperti smartphone. semakin berkembang. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai Perancangan Mobile Banking untuk UKM yang nantinya akan digunakan dalam pengembangan sistem mobile commerce untuk pemetaan UKM.
Kata kunci - Mobile Banking, E-Commerce, UKM


I. PENDAHULUAN

       Dalam beberapa tahun terakhir, dunia telah mengalami revolusi dalam teknologi semikonduktor, teknik digital, dan prinsip-prinsip komunikasi. Akibatnya, terdapat konvergensi antara teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini pada telah berdampak hampir setiap aspek kehidupan manusia, seperti pendidikan, teknik, kedokteran, penerbangan, perdagangan, administrasi, rumah tangga peralatan, hiburan, dan bisnis. Selain itu, telah mengakibatkan globalisasi, dimana jarak telah menjadi tidak relevan dalam interaksi manusia dan ini telah dikreditkan terutama untuk jaringan computer. Munculnya electrinic commerce telah menyebabkan revolusi dalam lingkungan komersial melalui fundamental mengubah proses end-to-end dari melakukan transaksi komersial melalui sarana elektronik misalnya, pengiriman pesanan produk dan faktur meskipun jaringan. Namun, dengan munculnya jaringan nirkabel, proliferasi cepat dari perangkat mobile dalam beberapa tahun terakhir, dan permintaan untuk layanan bernilai tambah terkait, bidang mobile commerce juga muncul. Munculnya ini menyebabkan revolusi dalam lingkungan komersial. Mobile commerce membuat mobilitas bisnis realitas sehingga memungkinkan investor saham untuk mengakses informasi saham pasar terbaru dan melakukan transaksi yang terkait dengan menggunakan perangkat mobile yang terhubung ke jaringan nirkabel setiap saat. Perdagangan dengan media internet maupun media online yang lain tampaknya akan booming, hampir semua orang tampaknya sibuk membicarakan hal ini dan bersiap-siap untuk turut berkiprah dalam dunia perdagangan millennium.
       Dengan penggunaan yang luas internet dalam kehidupan sehari-hari, orang mulai menggunakan berbagai intertainment dan aplikasi bisnis online, dikenal sebagai e-commerce. Karena aspek menguntungkan banyak adalah mendapatkan kontrol atas model konvensional Bisnis saat ini. Aplikasi e-commerce dapat dikategorikan ke dalam B2C (Business to Custumer) dan B2B (Business to Business). Baru-baru ini memiliki kategori baru dalam bentuk C2C (konsumen ke konsumen), yang menciptakan peluang baru bagi konsumen dan bisnis serupa. UKM (Unit Usaha Kecil dan Menengah) adalah penyangga Utama perekonomian Negara Indonesia. Selama 1997-2006 jumlah perusahaan berskala UKM mencapai 99% dari seluruh unit usaha di Indonesia, sumbangan UKM terhadap produk domestic bruto mencapai 54% - 57%. Sumbangan UKM terhadap penyerapan tenaga kerja sekitar 96%. Dengan peran UKM yang demikian penting ini, pemerintah dan swasta diharapkan ikut memberikan perhatian dan inisiatif yang lebih dalam pengembangannya, sehingga UKM diharapkan mempunyai daya saing yang tinggi. Penggunaan teknologi diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar terhadap dunia bisnis yang kompetitif tersebut.
  Perusahaan yang mampu bersaing dalam kompetisi  adalah perusahaan yang mampu mengimplementasikan teknologi ke dalam perusahaannya. Salah satu jenis implementasi teknologi dalam hal meningkatkan persaingan bisnis dan penjualan produk produk adalah dengan menggunakan electronic commerce (e-commerce) untuk memasarkan berbagai macam produk atau jasa, baik dalam bentuk fisik maupun digital. Dalam penggunaan teknologi tersebut, berbagai pihak yang terkait dengan perusahaan seperti investor, konsumen, pemerintah akan ikut berperan. E-business dan E-commerce secara umum merupakan sebuah firma atau perusahaan dapat bertindak selaku penyedia jasa e-commerce dan perusahaan tersebut dapat berinteraksi langsung dengan customers, seperti dalam proses penjualan dan pembelian barang melalui infrastruktur Internet. Dalam beberapa kasus, pembelian dibebankan langsung ke rekening telepon selular, sementara yang lain dikelola dengan mengumpulkan data melalui pesan teks, dan menerapkan biaya ke rekening kartu bank atau kredit. Namun, tantangan tetap ada untuk pertumbuhan m-commerce. Hambatan teknologi dan biaya berarti bahwa banyak orang masih tidak memiliki perangkat mobile, sementara akses Internet mobile di negara-negara berkembang sering terbatas pada pusat-pusat perkotaan dan bisa lambat. Meskipun demikian, kecepatan tinggi nirkabel Akses internet (seperti 3G) sekarang tersedia dan perangkat genggam yang memiliki web browser, seperti smartphone, semakin berkembang.

II. TINJAUAN  PUSTAKA

A.  Pengertian Android
     Android adalah sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasis Linux. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang buat menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, TMobile, dan Nvidia. Pada saat peresmian perdana Android, 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Di lain pihak, Google merilis kode kode Android di bawah lisensi Apache, sebuah lisensi perangkat lunak dan standar terbuka perangkat seluler. Di dunia ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD).
B.  E-Commerce
       E-Commerce merupakan salah satu keunggulan dari Internet. Ada beberapa sebuatan ECommerce yaitu Internet Commerce, Ecom, atau Immerce, yang pada dasarnya semua sebutan di atas mempunyai makna yang sama. Istilah-istilah tersebut berarti membeli atau menjual secara elektronik, dan kegiatan ini dilakukan pada jaringan Internet. E-Commerce juga dapat berarti pemasangan iklan, penjualan dan dukugan dan pelayanan yang terbaik menggunakan sebuah web shop 24 jam sehari bagi seluruh pelanggannya. Definisi dari E-Commerce dapat ditinjau dalam perspektif sebagai berikut:
1. Dari perspektif komunikasi, E-Commerce adalah pengiriman barang, layanan, informasi, atau pembayaran melalui jaringan computer.
2. Dari perspektif proses bisnis, E-Commerce adalah aplikasi dari teknologi yang menuju otomatisasi dari transaksi bisnis dan dalam aliran kerja.
3. Dari perspektif layanan, E-Commerce merupakan suatu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen, dan manajemen untuk memangkas biaya layanan ketika meningkatkan kualitas barang dan meningkatkan kecepatan pengiriman.
4. Dari perspektif online, E-Commerce menyediakan kemampuan untuk membeli dan menjual barang ataupun informasi melalui Internet dan sarana online lainnya.
C. Transaksi di Internet
       Dalam kehidupan sehari-hari membayar barang maupun jasa dengan berbagai cara berbelanja di Pasar Swalayan, mungkin akan menggunakan kartu kredit atau menggunakan kartu debit. Mentranfer rekening mungkin dengan menggunakan ATM. Tanpa disadari sebenarnya bentuk transaksi elektronik telah memasuki kehidupan kita sehari-hari, namun transaksi itu dilakukan melalui jaringan pribadi (Private Network) yaitu jaringan yang dimiliki atau disewa oleh institusi keuangan baik bank, penerbit kartu kredit dan lain-lain. Dengan semakin meningkatnya popularitas dan pemanfaatatan jaringan publik Internet, ditambah dengan semakin populernya WWW sebagai hipermedia untuk merepresentasikan produk maupun jasa, baik kelompok usaha maupun pribadi mulai melirik bagaimana cara melakukan bisnis di Internet. Pembayaran melalui Internet, misalnya dilakukan dengan kartu kredit, sebenarnya memiliki mekanisme yang sama dengan cara pembayaran melalui Point Of Sale di toko atau mal yang membedakannya adalah pembayaran melalui Internet dilakukan menggunakan komputer pribadi dan server web pemilik toko atau mall yang telah online.
       Konsumen menggunakan web browser untuk mengisi form pembelian dan memilih cara pembayaran yang akan dilakukannya apakah menggunakan kartu kredit, digital cash, atau cek elektronik. Perangkat lunak yang berada di server penjual kemudian menetapkan transaksi dengan melakukan verifikasi pembelian, dan melakukan otorisasi untuk memindahkan dana dari bank atau pengumpul kartu kredit (credit card acquirer). Biasanya, langkah otorisasi ini melalui suatu gateway yang akan berkomunikasi dengan bank baik menggunakan Internet atau jaringan pribadi bank. Beberapa aktifitas komersial sebenarnya telah lama dilakukan melalui jaringan. Namun tingkat operasionalnya terbatas pada transaski business-to-business dan melakukannya melalui jaringan virtual yang sifatnya pribadi dan mahal. EDI (Electronic Data Interchange) dan ETF (Electronic Transfer Fund) telah diimplementasikan beberapa dekade yang lalu untuk melakukan transaksi busines-to-business skala besar. EDI biasanya digunakan antara pemasok dan produsen, tetapi sistem ini tidak memiliki fleksibilitas yang cukup memadai untuk dapat dilakukan dengan hanya melihat katalog produk, dan kemudian memasukkannya ke dalam keranjang belanja elektronik dengan menekan tombol mouse untuk menyelesaikan prosedur pembelian setelah mengisi form order.
       Keunggulan Internet dibandingkan dengan jaringan virtual yang sifatnya pribadi seperti EDI, value added network (VAN), dan yang lainnya adalah felksibilitasnya. Selain itu, kalau biaya perawatan dan impelmentasi untuk sistem elektronik melalui Internet dapat ditekan serendah mungkin, baik bisnis kecil maupun pengusaha besar dapat mengambil keuntungan dari sistem yang seperti ini. Inilah salah satu keunggulan Internet yang perlu diperhatikan sebagai sarana pendukung e-commerce. Sistem transaksi elektronik dimasa lalu menggunakan VAN atau EDI sangat mahal, dengan Internet biaya dapat ditekan, memungkinkan siapa saja dari individu, perusahaan kecil sampai besar memanfaatkannya untuk melakukan transaksi bisnisnya. Walaupun, penyedia jasa Internet memberikan harga layanan yang berbeda untuk berbagai tipe pelayanannya , namun bila dibandingkan dengan VAN biaya ini masih terhitung lebih murah. Sistem pembayaran melalui e-commerce memerlukan suatu persayaratan yang mencakup Konfidensialitas untuk menjamin bahwa konsumen, pedagang dan informasi transaksi pembayaran tetap konfidensial Integritas dari semua data yang ditransmisikan melalui jaringan publik seperti Internet Otentikasi dari pihak pembeli maupun pihak pedagang Keamanan berkaitan dengan perlindungan atau jaminan keamanan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab Mekanisme privacy untuk pertukaran informasi yang sifatnya umum maupun pertukaran data pembayaran. Divisibilitas, berkaitan dengan spesifikasi praktis transaksi baik untuk volumen besar maupun transaksi skala kecil.
      Interoperabilitas dari perangkat lunak, maupun jaringan dari penerbait kartu kredit dan perbankan Seperti halnya transaksi elektronik konvensional, baik pembeli atau penjual memerlukan otentikasi , yaitu jaminan bahwa Andalah pemegang kartu yang sah dan berhak memakai kartu tersebut untuk barang yang Anda beli. Dalam hal ini, penjual memeriksa otentikasi dengan tanda tangan yang tertera di kartu. Jenis otentikasi lainnya misalnya pada saat ingin mengambil uang melalui ATM diperlukan suatu PIN (Personal Identification Number) bahwa memang berhak untuk melakukan transfer tersebut. Otentikasi tanpa bertatap muka baik melalui telepon atau Internet sebenarnya cukup sulit. Walaupun pada kenyataannya praktek ini telah dilakukan khususnya di Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya. Untuk mengatasi masalah otentikasi ini, beberapa terobosan secara teknologi telah dilakukan khususnya untuk menerapkan otentikasi melalui Internet. Secara elektronik dapat mengotentikasikan diri sendiri pada saat online di Internet menggunakan tanda tangan digital (digital signature).
      Beberapa perusahaan yang berkaitan dengan keamanan Internet saat ini telah menjadi penyedia jasa untuk memberikan semacam tanda tangan digital yang nantinya secara otomatis akan mengidentifikasikan di Internet. Di Internet, untuk menjamin konfidensilitas, otentikasi dan privacy digunakan suatu metode keamanan yang disebut enkripsi. Enkripsi merupakan cara mengubah data standar teks melalui suatu prosedur penyandian yang sangat rumit, yang hanya dapat dipecahkan dengan suatu kunci tertentu dan spesifik. Persyaratan pembayaran mana yang akan diterima oleh suatu sistem pembayaran tergantung pada metode enkripsi yang digunakan yaitu apa yang disandikan dan siapa yang boleh membuka sandi tersebut. Masalahnya, metode penyandian ini berbedabeda dari satu sistem pembayaran ke sistem lainnya. Misalkan Anda menggunakan browser Netscape, mengirimkan informasi yang disandikan ke suatu mall online, tidak ada jaminan bahwa mall online ini akan mampu membuka informasi yang Anda sandikan dengan metode yang digunakan Netscape. Tergantung dari sistem apa yang digunakan oleh mall tersebut apakah sesuai dengan metode yang digunakan Netscape atau tidak.
       Untuk mengatasi masalah yang rumit dalam hal penyandian informasi ini, beberapa mekanisme otentikasi telah dikembangkan yang dapat menjamin integritas pembeli maupun vendor. Beberapa diantaranya adalah menggunakan tanda tangan digital untuk korespondensi elektronik, dan sertifikat digital untuk menyatakan suatu identitas pribadi maupun perusahaan. Beberapa cara yang digunakan untuk melakukan pembayaran di Internet pada dasarnya adalah sistem pembayaran tradisional yang sudah dikenal sehari-hari baik kontan, cek dan kartu kredit. Pembayaran di Internet semuanya digital dan dirancang untuk ditangani secara elektronik dari mulai pembelian, otorisasi, pemeriksaan dan pengiriman barang. Dengan kata lain segala sesuatunya diubah menjadi bit. Sistem pembayaran berikut ini telah dikembangkan dan digunakan sebagai cara pembayaran elektronik melalui Internet.



Gambar 1. Model Transaksi Internet

        Dari tahun ke tahun, pengaruh Internet dalam perekonomian semakin nyata. Perusahaan di seluruh dunia mulai menggali keuntungan dan manfaat Internet dan mencoba menguasai pangsa pasar yang muncul akibat adanya Internet ini. Layanan busines-to-consumer yang diberikan melalui Internet secara langsung sebenarnya mengalami pergeseran. Yang mudah dilihat adalah pergeseran dalam hal :                 
     One-way marketing : Perusahaan yang memiliki situs web atau homepage tetap memiliki mekanisme distribusi yang mencolok untuk mempublikasikan brosurnya, mendorong, dan strategi pemasaran dalam satu arah.
       Pemesanan melalui web : tersedianya transaksi web yang aman memungkinan suatu perusahan untuk membolehkan konsumennya memesan produk langsung melalui web. Katalogkatalog elektronik dan dunia maya menjadi suatu hal yang sudah biasa dilakukan oleh masyarakat.
     Relationship Marketing : Yang paling mencolok dari pardigma ini adalah apa yang disebut relationship marketing. Karena tingkah laku pelanggan dapat dilacak dari web, pada saat masuk ke situs web perusahaan, perusahaan-perusahaan dapat melalukan suatu percobaan dengan metodologi ini sebagai perangkat untuk meriset pasar dan relationship marketing. Ebanking didefinisikan sebagai penghantaran otomatis jasa dan produk bank secara langsung kepada nasabah melalui elektronik, saluran komunikasi interaktif. E-Banking meliputi sistem yang memungkinkan nasabah bank, baik individu ataupun bisnis, untuk mengakses rekening, melakukan transaksi bisnis, atau mendapatkan informasi produk dan jasa bank melalui jaringan pribadi atau publik, termasuk internet. Nasabah dapat mengakses e-banking melalui piranti pintar elektronik seperti komputer/PC, PDA, ATM, atau telepon.

Gambar 2. Alur Pengaplikasian sistem E-Banking

      E-dagang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali bannerelektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman website. Perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 milyar pada 2003.  Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.



Gambar 3. Model Transaksi E-Commerce

       Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI).

III. METODE PENELITIAN

      Electronic Commerce salah satu perkembangan internet yang menyebabkan terbentuknya sebuah dunia baru yang lazim disebut dunia maya. Di dunia maya ini setiap individu memiliki hak dan kemampuan untuk berinteraksi dengan individu lain tanpa batasan apapun yang dapat menghalanginya. Sehingga globalisasi yang sempurna sebenarnya telah berjalan di dunia maya yang menghubungkan seluruh komunitas digital. Dari seluruh aspek kehidupan manusia yang terkena dampak kehadiran internet, sektor bisnis merupakan sektor yang paling terkena dampak dari perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi serta paling cepat tumbuh.


Gambar 4. Metode Penilitian

      Melalui e-commerce, untuk pertama kalinya seluruh manusia di muka bumi memiliki kesempatan dan peluang yang sama agar dapat bersaing dan berhasil berbisnis di dunia maya. Internet adalah sistem informasi global berbasis komputer. jadi, bergaul dengan internet sama juga bergaul dengan komputer. internet tidak akan ada tanpa komputer. Bahkan saat ini tidak perlu mempergunakan jaringan telepon, cukup dengan menggunakan wireless internet. Adapun fasilitas dalam internet yaitu : E-mail (surat elektronik), Bulletin Board System(BBS), File transfer Protocol(FTP), Information Browsing(gopher), Remote Login(Telnet), Advanced Browsing(www), Automated Title search(archie, veronica), Automated content search, dan komunikasi audio dan visual. Banyak perusahaan dan organisasi kini telah menerapkan teknologi berbasis Internet, Dunia Web dan system komunikasi nirkabel atau wireless untuk mengubah bisnis mereka selama lebih dari 15 tahun sejak penciptaan situs web pertama Perkembangan teknologi ini telah menawarkan banyak kesempatan untuk inovasi E-Bisnis yang akan dibuat berdasarkan pada pendekatan baru untuk bisnis.
      E-Bisnis dan E-Commerce adalah area yang menarik untuk terus dikembangkan dan dipelajari, karena banyak peluang dan tantangan baru muncul setiap tahun, bulanan dan bahkan setiap hari. Inovasi akan terus berkembang, dengan penemuan teknologi baru, model bisnis baru dan pendekatan komunikasi baru. Sebagai contoh, Google berinovasi tanpa henti. Layanan telah mengembangkan jauh sejak tahun 1998 dengan miliaran halaman sekarang diindeks dan layanan lainnya seperti web mail, pay per click adverts (per klik iklan berbayar), analisis dan social network (jaringan sosial) yang semua bagian tersebut merupakan bagian dari penawaran. Selama periode memulai suatu perusahaan atau usaha, dalam perencanaan harus menentukan bagaimana menerapkan teknologi komunikasi untuk mengubah organisasi yang telah didirikan. Perkembangan dalam e-bisnis sangat pesat, dengan penemuan teknologi baru, model bisnis baru dan pendekatan sistem telekomunikasi baru. Jadi semua organisasi harus meninjau perkembangan teknologi informasi dan komunikasi baru untuk melihat potensi mereka agar membuat bisnis mereka lebih kompetitif dan juga mengelola risiko yang sedang berlangsung seperti keamanan dan kinerja.
       Media seperti video online dan aplikasi interaktif ke situs web, pilihan layanan mobile commerce yang memanfaatkan penggunaan ponsel dan perangkat nirkabel portabel lainnya seperti laptop di seluruh dunia. Menggunakan pelacakan tracking berbasis lokasi (Location Based Service) barang dan persediaan pada saat barang tersebut diproduksi dan didistribusikan. Pada kondisi ekonomi dunia yang tidak menentu dan bermunculannya krisis ekonomi perusahaan skala mikro, kecil, dan menengah (selanjutnya disebut dengan UMKM) telah terbukti mampu menjadi penunjang ekonomi suatu negara. Indonesia sebagai negara berkembang telah mengakui kontribusi UMKM bagi pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengadaan lapangan pekerjaan serta penurunan tingkat kemiskinan. Salah satu bentuk pemberdayaan UMKM yang banyak berkembang saat ini adalah adopsi electronic commerce dan selanjutnya disebut dengan e-commerce.
      Dalam tujuan pemberdayaan UMKM untuk meningkatkan ekonomi nasional negara berkembang, rendahnya kecepatan proses adopsi e-commerce oleh UMKM merupakan salah satu hal yang harus diperbaiki. Untuk itu, penelitian mengenai faktor penghambat dan tujuan strategis proses adopsi e-commerce penting karena dalam suatu proses, faktor-faktor dan tujuan strategis tersebut merupakan salah satu penentu keputusan serta kecepatan UMKM dalam melakukan proses adopsi. Bila pengaruh tersebut dapat dipahami oleh pelaku adopsi, diharapkan proses adopsi tersebut dapat dilakukan secara lebih cepat dan terencana. 3.5 Mobile Banking Mobile banking sendiri merupakan bagian dari teknologi GSM fase II. Mobile banking memungkinkan penggunanya untuk melakukan transaksi non-cash hanya dengan memencet tombol di ponsel. Kehadiran teknologi ini dilihat oleh operator GSM sebagai kesempatan untuk memperkaya layanan. Dalam kajian marketing, teknologi digolongkan sebagai kekuatan primer perubahan (primary forces of change), teknologi mampu merubah cara hidup secara fundamental. Namun bukan logika ini yang digunakan para operator GSM. Ketimbang merancang mobile banking sebagai layanan utama, para operator cenderung hanya melihatnya sebagai value added service. Di sisi lain, prospek mobile banking juga cukup cerah.
       Di zaman ketika manusia berlomba dengan waktu, efisiensi menjadi value yang sakral. Tuntutan akan saluran transaksi yang efisien, sebelum ada inovasi berikutnya, hanya mampu disediakan oleh mobile banking. Dengannya, konsumen seakan membawa ATM mini di dalam saku. Mencoba melihat dengan visi ke depan, mobile banking akan berada diposisi teratas sebagai representasi trend bisnis futuristik yang disebut virtual transaction. Namun mobile banking bukanlah tanpa kendala. Sementara ini faktor keamanan masih menjadi penyebab keengganan publik melakukan transaksi via ponsel. Waktu tulisan ini dibuat, saya sempat berdiskusi dengan rekan yang bekerja sebagai marketing communication di salah satu operator GSM. Teknologi dalam mobile banking tidak memiliki celah untuk eror. Kesalahan justru terjadi karena human error, yaitu pengguna yang mungkin menjadi sumber masalah.


IV. KESIMPULAN

        Aplikasi Mobile Banking adalah sebuah program handphone berbasis Android yang digunakan untuk memudahkan nasabah bank dalam melakukan berbagai transaksi perbankan dimanapun dan kapanpun mereka mau tanpa harus mengantri di bank. Selain itu aplikasi ini menggunakan perangkat genggam seperti handphone berbasis Android yang merupakan salah satu inovasi dan alternatif selain menggunakan komputer. Handphone berbasis Android memungkinkan untuk para pengguna dengan mobilitas yang tinggi tetap dapat berkomunikasi dan melakukan berbagai transaksi. E-Commerce merupakan kegiatan membeli atau menjual secara elektronik, dan kegiatan ini dilakukan pada jaringan Internet dengan pemasangan iklan, penjualan dan dukugan dan pelayanan yang terbaik menggunakan sebuah web shop 24 jam sehari bagi seluruh pelanggannya.


DAFTAR PUSTAKA

Barbara Ciaramitaro. (2011). Virtual Worlds and E-Commerce: Technologies and Applications for Building Customer Relationships. USA: Business Science Reference.
Kuncoro Achmad, Engkos. dan Riduwan (2008). Cara Menggunakan dan Memaknai. Analisis Jalur (Path Analysis).Alfabeta Bandung.
Khawar Hameed, Hanifa Shah, Kamran Ahsan, Weijun Yang. (2010). An Enterprise Architecture Framework for Mobile Commerce. IJCSI International Journal of Computer Science Issues, Vol. 7, Issue 3, No. 5, May 2010
Palwinder Sandhu. 2012. Mobile Commerce: Beyond E-Commerce. IJCST Vol. 3, ISSue 1, Jan. - MarCh 2012
Pete Loshin. 2012. Electronic  Commerce. USA: CHARLES RIVER MEDIA, INC
Rajkumar , N.Ch.S.N.Iyengar , D.Saikrishna . (2011). Architecture for Mobile P2P Auction using JXTA/JXME in M-Commerce. (Ijaest) International Journal Of Advanced Engineering Sciences And Technologies, Vol No. 4, Issue No. 2 2011.
Veronica S. Moertini, Criswanto D. Nugroho.2012. E-Commerce Mobile Marketing Model Resolving Users Acceptance Criteria. International Journal of Managing Information Technology (IJMIT) Vol.4, No.4, November 2012
Vincent O. R., O. Folorunso, A. T. Akinwale, and A. D. Akinde. (2010). Transaction Flow in Card Payment Systems Using Mobile Agents. nterdisciplinary Journal of Information, Knowledge, and Management Volume 5, 2010.

Berlangganan: Masukkan e-mail Anda untuk memperoleh kiriman artikel teraktual dari librasbr.com tepat di pesan kotak masuk.

feedburner

0 Komentar untuk "MOBILE BANKING BERBASIS ANDROID UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN E-COMMERCE"

KETENTUAN BERKOMENTAR

↳ Berkomentarlah sesuai isi dan topik artikel
↳ Dilarang menyisipkan PRANALA (link) AKTIF